Tampilkan postingan dengan label Analysis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analysis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

Laporan Non-Farm Payrolls AS Menguntungkan Euro.

Euro terapresiasi dan menjauhi level terendah 2-tahun versus Dollar AS pada hari Jumat seiring data Non Farm Payrolls AS yangmengecewakan memacu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bungarendah lebih lama. Departemen Tenaga Kerja melaporkan ekonomi AS menciptakan 214.000pekerjaan pada bulan lalu, mematahkan ekspektasi kenaikan 231.000 pekerjaan, dengan tingkatpengangguran turun menjadi 5,8% dari sebelumnya 5,9%. Namun penguatan Euro diprediksi masihakan terbatas lantaran komentar dovish Presiden ECB Mario Draghi sehari sebelumnya.

Sterling Mengabaikan Defisit Perdagangan Inggris.

Sterling beranjak naik dari posisi terendah 14-bulan pasca data payrolls AS yang lebih lemah dari perkiraan menggerus permintaanuntuk Greenback. Sebelumnya Sterling sempat tertekan oleh data defisit perdagangan barangInggris, yang melebar melampaui harapan pada bulan September sebagai dampak dari melemahnya pertumbuhan ekspor ke Uni Eropa. Data perdagangan ini juga kian memperkuat indikasi bahwaekonomi Inggris tengah menuju perlambatan di akhir tahun.

NFP AS Naik 214.000, Tingkat Pengangguran Turun ke Level Terendah 6-Tahun.

Ekonomi AS menciptakan 214.000 pekerjaan baru pada bulan Oktober seiring 400.000 orang lebih bergabung dengan angkatan kerja, yang menekan tingkat pengangguran ke level terendah 6-tahun di 5,8%. Kenaikan yang dinilai akan mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang solid pada bulan depan. Sepanjang tahun 2014, AS tercatat telah menambah rata-rata 229.000 pekerjaan per bulan, yang menjadi laju tercepat sejak tahun 1999. Pertumbuhan sekitar 2,3 juta pekerjaan telah menempatkan sektor tenaga kerja AS di jalur menuju kenaikan tahunan terbesar dalam hampir satu dekade. Terlebih lagi dengan lowongan kerja yang baru-baru ini mencapai level tertinggi 13-tahun, sementara PHK bertengger di level terendah sejak pergantian abad.

Saham Asia Gelisah Jelang Laporan ‘Jobs’ AS.

Pasar ekuiti Asia berakhir variatif di perdagangan akhir pekan di tengah kehati-hatian investor menjelang laporan Non-Farm Payrolls AS.Sedangkan sentimen positif dari ECB dan bank sentral China berangsur mereda. Nikkei Jepangditutup menguat 0.52%seiring kurs yen bertengger di kisaran level tertinggi 7-tahun terhadap DollarAS, kendati pada akhirnya gain tergerus oleh profit-taking. KOSPI Korea Selatan berakhir 0.18%lebih tinggi berkat rally lebih dari 2% saham Hyundai Motor, menyusul laporan yang menunjukkanlonjakan laba operasional hingga 133% untuk kuartal Juli-September. Aksi profit taking jugamemaksa Hang Seng ditutup turun 0.42%, dengan kecemasan atas status skema perdagangansaham lintas negara terus membayangi sentimen.

Emas Mencatat Kenaikan Harian Terbesar Sejak Juni.

Emas mencatat kenaikan harian terbesar sejak Juni, dengan menguat lebih dari 2%pada hari Jumat, seiring depresiasi Dollar AS danaksi short-covering mendongkrak bullion dari level terendah 4-1/2 tahun. Namun pengamat pasarmemperingatkan bahwa emas masih mungkin melanjutkan penurunan pasca penembusan di bawah$1180/oz, yang merupakan level terendah dalam kejatuhan 28% harga emas pada tahun lalu. Emasterus tertekan selama sepekan terakhir akibat penguatan Dollar, yang diuntungkan oleh harapanbahwa Fed akan menjadi bank sentral utama yang pertama kali mengetatkan kebijakan moneter.

Faktor Geopolitik & Cuaca Memicu Rebound Minyak.

Minyak mentah ditutup lebih tinggi pada hari Jumat seiring kembali munculnya kekhawatiran tentang krisis Ukraina dan perkiraan cuacadingin yang tak biasa di Midwest AS. Militer Ukraina menuduh Rusia telah mengirimkan 32 tank dantruk tentara melintasi perbatasan, yang jika terbukti bisa mengakhiri gencatan senjata di antara ke-2negara dan mengembalikan kecemasan tentang gangguan pasokan. Sementara wilayah Midwest ASdiprediksi akan diterpa cuaca dingin yang ekstrim dalam 2 minggu ke depan akibat polar vortex,yang bisa mendorong permintaan untuk produk-produk olahan minyak mentah seperti heating oil.